NusaTribune.com / Jakarta Utara – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Utara menggelar Pengajian Hari Bermuhammadiyah sebagai momentum strategis untuk meneguhkan semangat dakwah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat penguatan ideologi organisasi di tengah dinamika zaman. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan ini diselenggarakan di kediaman H. Sabri Saiman, yang berlokasi di Jalan Kebon Bawang VIII, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, pada Minggu (24/5/2026), bertepatan dengan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan PDM Jakarta Utara, para pimpinan cabang dan ranting se-Jakarta Utara, perwakilan organisasi otonom (Ortom), tokoh masyarakat, para kepala sekolah amal usaha Muhammadiyah, serta ratusan jamaah. Kehadiran peserta yang antusias menunjukkan tingginya komitmen warga Muhammadiyah dalam menjaga tradisi keilmuan dan ukhuwah di wilayah Jakarta Utara, khususnya di kawasan Tanjung Priok.
Suasana pengajian dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta pembacaan basmalah. Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap organisasi terlihat jelas saat seluruh peserta mengumandangkan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Puncak semangat ditunjukkan ketika Mars Muhammadiyah dilantunkan hingga dua kali, menjadi simbol keterikatan emosional dan ideologis para kader terhadap gerakan dakwah Muhammadiyah.
Menghidupkan Kembali Tradisi “Ngaji” ala KH Ahmad Dahlan
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tuan rumah, H. Sabri Saiman, yang telah membuka rumahnya di Kebon Bawang sebagai pusat silaturahmi. Ia menekankan bahwa tradisi pengajian adalah ruh utama dari pergerakan Muhammadiyah.
“Atas nama PDM Jakarta Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bang Haji Sabri Saiman yang telah memfasilitasi kegiatan ini di kediamannya. Inilah hakikat Muhammadiyah: hari ini kita harus ngaji, intinya kita harus ngaji,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, dalam melahirkan ribuan sekolah, rumah sakit, dan amal usaha lainnya berawal dari metode sederhana namun efektif: berkumpul dan mengaji. “KH Ahmad Dahlan hanya dengan beberapa murid mampu melahirkan dampak besar karena konsepnya jelas: ngaji dulu, berkumpul, lalu akan lahir ide dan gagasan besar untuk umat. Tradisi ini wajib kita hidupkan kembali,” tambahnya.
Tausiyah: Dakwah Membumi dan Syukur atas Nikmat Hidup
Pengajian menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Bunyamin, yang menyampaikan tausiyah mendalam mengenai sejarah, ideologi, dan perjalanan Muhammadiyah yang kini memasuki usia 117 tahun berdasarkan kalender Hijriah.
Prof. Bunyamin mengingatkan bahwa Muhammadiyah lahir dari semangat dakwah yang membumi, dimulai dari pengajian rutin dari rumah ke rumah. “Sejarah mencatat, fondasi Muhammadiyah dibangun melalui interaksi personal dan pengajian di tengah masyarakat. Tradisi ini penting untuk terus dihidupkan sebagai bagian dari penguatan dakwah dan pembinaan umat di era modern,” ungkapnya.
Selain itu, Prof. Bunyamin juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT. “Tarikan napas kita adalah nikmat yang tak terhingga. Sekali saja Allah menghentikan nikmat itu, maka status kita berubah. Karena itu, patutlah kita terus bersyukur dan menjaga istiqomah dalam mengikuti ajaran Rasulullah SAW,” tuturnya menyentuh hati para hadirin.
Dorongan Kuat Toward Digitalisasi Organisasi (SICARA)
Di samping penguatan spiritual dan ideologi, PDM Jakarta Utara juga menyoroti aspek manajerial organisasi, khususnya pentingnya adaptasi teknologi. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan daerah mendorong seluruh cabang dan ranting untuk aktif memanfaatkan sistem digitalisasi, terutama Sistem Informasi Cabang dan Ranting (SICARA) serta sistem informasi masjid Muhammadiyah.
“Proses digitalisasi sedang dijalankan secara serius di tubuh Muhammadiyah. Cabang dan ranting didorong untuk aktif mengisi data aktivitas organisasi secara digital. Tujuannya agar setiap langkah dakwah dan amal usaha terlihat, terdata dengan baik, transparan, dan dapat berkembang menjadi cabang unggulan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan akuntabilitas, efisiensi administrasi, dan pemetaan potensi dakwah yang lebih akurat di tingkat akar rumput, sehingga Muhammadiyah tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Penutup dan Harapan
Kegiatan Pengajian Hari Bermuhammadiyah ini ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh ulama setempat. Para hadirin berharap agar momentum ini dapat menjadi bahan bakar bagi seluruh kader Muhammadiyah di Jakarta Utara, khususnya di wilayah Tanjung Priok dan sekitarnya, untuk terus bergerak maju.
Melalui kegiatan ini, PDM Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi gerakan dakwah yang mencerahkan, berkemajuan, serta memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa, dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah serta ideologi Muhammadiyah yang rahmatan lil ‘alamin.
(Red// JPS)













