Pengukuhan Pengurus Baru Masa Khidmat 2025-2030: MUI Jakarta Utara Pastikan Kontinuitas Program Kerja

NusaTribune.com / Jakarta Utara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I sekaligus Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Bahari, Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, ini menegaskan komitmen MUI untuk bertransformasi dari sekadar penjaga akidah menjadi mitra strategis pembangunan masyarakat yang religius, berintegritas, dan berdaya saing.

 

Mengusung tema “Memperkuat Peran Ulama dalam Mewujudkan Masyarakat Jakarta Utara yang Religius, Berintegritas dan Berdaya Saing,” forum ini dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, ormas Islam, perwakilan dunia usaha, serta elemen masyarakat sipil. Acara ini bukan hanya rutinitas administratif, melainkan momentum konsolidasi internal untuk merumuskan arah kebijakan yang relevan dengan tantangan era digital dan kompleksitas kehidupan metropolitan.

 

Ketua MUI Jakarta Utara, KH Ahmad Ibnu Abidin, Lc., menekankan bahwa ulama tidak dapat lagi berada di menara gading. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan harmoni sosial dan menangani isu kontemporer.

 

“Ulama harus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, dan menawarkan solusi atas persoalan umat yang semakin dinamis. Kerukunan tidak akan tercipta jika berjalan secara parsial,” ujar KH Ahmad Ibnu Abidin dalam sambutannya.

Sinergi Pentahelix dan Pengukuhan Pengurus Baru

Rakerda ini juga menandai pengukuhan resmi pengurus baru MUI Jakarta Utara Masa Khidmat 2025–2030, guna menjamin kontinuitas program dan regenerasi kepemimpinan. Kehadiran pejabat strategis seperti Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Kapolres Metro Jakarta Utara, Dandim 0502/Jakarta Utara, Komandan Lantamal III, Panglima Kolinlamil, serta Kepala Kejaksaan dan Pengadilan, mencerminkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap peran keulamaan.

 

Kolaborasi diperkuat oleh kehadiran organisasi massa Islam (NU, Muhammadiyah, Persis, LDII, BKMT), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Baznas (Bazis) Jakarta Utara, dan FKUB DKI Jakarta. Sektor ekonomi dan industri turut ambil bagian melalui PT Pelindo, KSOP Utama Tanjung Priok, KADIN Jakarta Utara, HIPMI Jakarta Utara, Bank DKI Syariah, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Keterlibatan BUMN pelabuhan dan perbankan syariah ini menunjukkan integrasi nilai keagamaan dengan ekosistem ekonomi maritim dan keuangan umat di kawasan strategis Tanjung Priok.

Menjawab Tantangan Urban dan Era Digital

Sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan diversitas budaya, Jakarta Utara menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan modernitas dan tradisi keagamaan. Melalui Rakerda ini, MUI bertekad menghasilkan terobosan nyata dalam bimbingan spiritual dan solusi praktis bagi masalah kontemporer, termasuk kesehatan mental, etika bermedia sosial, pencegahan radikalisme, dan toleransi antarumat beragama.

 

Acara yang dibuka dengan tilawah Al-Qur’an oleh H. Sukirman dan dipandu MC Vivi ini ditutup dengan doa oleh KH Masyrof Sudarto. Sebelum penutupan, Moch. Dmyati memberikan pengarahan teknis untuk memastikan rumusan program kerja dapat dieksekusi secara efektif.

 

Dengan semangat kebersamaan, MUI Jakarta Utara berkomitmen menjadikan wilayah ini teladan kota madani—di mana ketahanan spiritual, integritas moral, dan daya saing global tumbuh beriringan tanpa kehilangan identitas keagamaan. Rakerda I 2026 diharapkan menjadi batu loncatan menuju visi masyarakat Jakarta Utara yang maju secara ekonomi namun tetap kokoh secara spiritual.

 

Tentang MUI Kota Administrasi Jakarta Utara:

Majelis Ulama Indonesia Kota Administrasi Jakarta Utara adalah lembaga independen yang mewadahi ulama, zuama, dan cendekiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi kaum muslimin dalam mewujudkan masyarakat yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *