Viral  

Halal Bihalal FKDM Jadi Momentum Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtibmas

NusaTribune.com / Jakarta – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang digelar di Restoran Pak Tjomot, kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, pada Kamis (30/4/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Acara ini dihadiri oleh jajaran FKDM tingkat Kecamatan Tanjung Priok, FKDM Kelurahan Sunter Agung, serta perangkat kelurahan. Turut hadir Ketua FKDM Kecamatan Tanjung Priok, Nurdianah, Ketua FKDM Kelurahan Sunter Agung, Hendra, serta Harlon selaku Kasubag Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Sunter Agung.

FKDM sebagai Garda Terdepan Deteksi Dini

Dalam sambutannya, Lurah Sunter Agung, Teguh Subroto, menekankan pentingnya peran FKDM sebagai garda terdepan dalam deteksi dini potensi gangguan kamtibmas. Ia mengajak seluruh anggota FKDM untuk bekerja dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak nyata.

 

“Kita bekerja secara landai-lantai, tidak perlu menonjolkan diri, tetapi harus mampu memberikan hasil nyata bagi keamanan lingkungan,” ujar Teguh.

 

Lebih lanjut, Teguh memaparkan dua strategi konkret dalam menekan angka tawuran, khususnya di wilayah rawan seperti RW 1, RW 3, dan RW 7:

 

Pendekatan Persuasif melalui Rekreasi: FKDM bersama RT/RW diminta mendata anak-anak muda yang berpotensi terlibat tawuran untuk kemudian diajak dalam kegiatan pembinaan berupa rekreasi ke Ancol.

 

“Pengalaman menunjukkan, setelah mereka kita ajak ke Ancol dan merasa dipantau secara positif oleh tokoh masyarakat, wilayah bisa aman dari tawuran hingga tiga bulan,” jelasnya.

 

Pendekatan Tegas via Tanggung Jawab Keluarga: Lurah bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas untuk meminta orang tua menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab. Apabila anak kembali terlibat tawuran, bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dapat dihentikan.

 

Langkah ini dinilai efektif sebagai bentuk shock therapy yang menyasar kesadaran keluarga, sekaligus menjadi upaya preventif yang lebih terukur dibandingkan penindakan hukum semata.

Sinergi Strategis di Tingkat Akar Rumput

Sementara itu, Ketua FKDM Kecamatan Tanjung Priok, Nurdianah, menegaskan bahwa FKDM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput.

 

“Silaturahmi ini membuktikan bahwa FKDM mampu menjembatani kegiatan strategis di wilayah. Kita harus sigap mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan berkoordinasi cepat dengan pihak kelurahan serta kepolisian,” ujarnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa kedekatan emosional antar anggota yang terbangun melalui kegiatan seperti halal bihalal akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program di lapangan, termasuk dalam menangani isu sensitif seperti kenakalan remaja.

Kebersamaan dalam Suasana Santai

Acara berlangsung santai namun penuh makna. Para peserta, termasuk tokoh masyarakat dan anggota FKDM seperti Bang Jaya, Bang Rahmat, Tafsir, Suparno, zikri, Bu Atik, Bu Sadiyah, Bang Dudi, Bang Parno, dan Engkong Dicky, menikmati hidangan sambil berdiskusi informal mengenai kondisi kamtibmas terkini di wilayah Sunter Agung.

 

Menutup sambutannya, Lurah Teguh mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

 

“Dengan silaturahmi ini, kita perkuat ikatan FKDM. Jangan sampai kita masuk surga sendirian sementara tetangga sebelah masih ribut. Mari kita jaga wilayah kita bersama,” pungkasnya.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *