NusaTribune.com / Jakarta, 12 September 2026 – Nama akun media sosial Alditaher.official kembali menuai kontroversi setelah diduga melakukan penipuan review produk, menggunakan kata-kata kasar, serta menyebarkan fitnah kepada pihak Harian Ibexy dan timnya. Kontroversi ini mencuat setelah Alditaher.official memberikan komentar-komentar yang dianggap menyerang personal, tidak beretika, dan berpotensi merugikan nama baik pihak lain.
Dalam beberapa unggahan yang beredar, Alditaher.official menyinggung soal review kopi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia juga diduga menggunakan pendekatan emosional dan kata-kata yang cenderung menyindir, menghina, serta menyamakan orang lain dengan label-label negatif tanpa bukti yang cukup.
Pihak Hariharibexy melalui pernyataannya menegaskan bahwa mereka tidak terima atas perlakuan yang diterima.
“Kami sangat keberatan dengan tindakan Alditaher.official yang menurut kami telah melakukan penipuan review, menggunakan kata-kata kasar, serta menyebarkan fitnah. Kami tidak merasa telah melakukan kesalahan yang pantas mendapatkan perlakuan seperti ini,” ungkap pihak Harian Ibexy.
Pihak Harian Ibexy juga menilai bahwa tindakan Alditaher.official tidak pantas dilakukan oleh seorang figur publik yang memiliki pengaruh di media sosial. Menurut mereka, seorang influencer seharusnya memberikan contoh komunikasi yang baik, bukan malah menyebarkan kebencian, hinaan, dan informasi yang belum tentu benar.
“Kami khawatir tindakan ini bisa menyesatkan publik, terutama followers Alditaher.official. Karena itu, kami meminta agar klarasi ini juga disampaikan secara luas, sehingga masyarakat tidak hanya mendengar satu sisi cerita saja,” lanjut pihak Hariharibexy.
Hingga saat ini, pihak Hariharibexy mengaku masih menilai langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum jika pihak Alditaher.official tidak mau meminta maaf secara terbuka dan menghentikan penyebaran informasi yang merugikan.
Pihak Hariharibexy juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh konten kreator dan influencer di Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dalam setiap unggahan dan komentar yang dibuat di media sosial.
(red)













