NusaTribune.com / Bogor Jawa Barat – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok telah berhasil menetapkan susunan kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031. Kegiatan strategis ini berlangsung pada tanggal 29–30 Juni 2026 di Hotel Karwika, Cisarua, Bogor, dengan suasana yang penuh kehangatan, semangat musyawarah, dan nilai-nilai kekeluargaan yang kental.
Melalui mekanisme Sidang Formatur yang dipimpin secara profesional oleh Bendahara Umum MUI Kota Jakarta Utara, KH. Ali Fahmi, S.E., bersama Wakil Sekretaris MUI Kota Jakarta Utara, Ust. Dimyati, M.Pd., para peserta musyawarah berhasil mencapai kesepakatan mufakat dalam menetapkan jajaran pimpinan baru. Seluruh tahapan sidang berjalan tertib sesuai tata organisasi dan mengedepankan prinsip demokrasi deliberatif khas MUI.
Susunan Pengurus Baru MUI Kecamatan Tanjung Priok Periode 2026–2031:
Ketua: Kyai Syarifudin, S.Ag.
Sekretaris: Anugrah Huda
Bendahara: Rahmat Tjurahno
Ketua Dewan Pertimbangan: KH. Asep Lukman Hamzah, M.A.
Sidang Formatur yang terdiri dari sembilan orang perwakilan unsur strategis ini mencerminkan inklusivitas dan keterwakilan berbagai elemen umat. Komposisi formatur meliputi unsur Dewan Pertimbangan, pengurus demisioner (Ketua, Sekretaris, Bendahara), utusan pondok pesantren (Ponpes Nurul Jalal dan Ponpes Uniq Subulussalam), organisasi kemasyarakatan Islam (MWC NU dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Tanjung Priok), serta unsur akademisi/perguruan tinggi. Keragaman representasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi legitimasi dan dukungan luas terhadap kepengurusan baru.
Penguatan Peran MUI sebagai Pengayom Umat dan Mitra Pemerintah
Terpilihnya Kyai Syarifudin, S.Ag. beserta jajarannya menandai babak baru bagi MUI Kecamatan Tanjung Priok. Sebagai wilayah dengan dinamika sosial-keagamaan yang kompleks dan multikultural, MUI Tanjung Priok dituntut untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah sekaligus pengayom utama bagi umat Islam.
Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mampu:
Membina kehidupan beragama yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin.
Menjaga dan memelihara kerukunan antarumat beragama serta intern umat Islam di wilayah Tanjung Priok.
Meningkatkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas Islam, pondok pesantren, tokoh masyarakat, dan akademisi.
Melanjutkan program-program unggulan yang telah berjalan serta merumuskan inovasi dakwah dan pemberdayaan umat yang relevan dengan tantangan zaman.
Memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Tanjung Priok yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Muscam MUI Kecamatan Tanjung Priok kali ini tidak hanya sekadar pergantian estafet kepemimpinan, melainkan juga momentum konsolidasi kekuatan umat untuk menghadapi tantangan pembangunan karakter bangsa di tingkat akar rumput. Dengan dukungan seluruh stakeholders, MUI Tanjung Priok optimis dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat dan bangsa.
(Red/ JP)













