NusaTribune.com / Jakarta – Suasana tegang namun penuh semangat kebangsaan menyelimuti Cafe Pondok Rangi, yang terletak di Jalan Percetakan Negara No. 158, Jakarta Pusat, pada siang hari ini, Minggu (12/4/2026). Dalam konferensi pers yang digelar oleh DPP GEMA PUAN (Generasi Muda Pejuang Nusantara), Ridwan, Ketua Umum organisasi tersebut, menyampaikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto: Indonesia sedang berada di tepi jurang krisis yang berpotensi memicu kerusuhan besar serupa tragedi 1998 jika tidak ada langkah drastis segera.
Ridwan, yang juga merupakan mantan relawan dan pendukung setia Prabowo, menegaskan bahwa seruan Pemilu Ulang 2027 bukanlah “ide gila” atau khayalan semata, melainkan satu-satunya opsi objektif dan netral untuk menyelamatkan bangsa dari perpecahan horizontal dan potensi kudeta.
“Wapres Bocil” Disebut Sebagai Kecelakaan Sejarah
Dalam pidato utamanya di hadapan puluhan wartawan yang hadir di lokasi, Ridwan melontarkan kritik tajam terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia membandingkan deretan wakil presiden sebelumnya yang memiliki rekam jejak hebat dengan kondisi saat ini.
“Kita pernah punya wakil-wakil keren, teknokrat, ahli ekonomi. Tapi tiba-tiba kita punya Wapres seperti ini? Ini mah kecelakaan, benar-benar kecelakaan sejarah!” seru Ridwan lantang di ruang cafe tersebut.
Ia meyakini bahwa 90% masyarakat akan menolak jika skenario kelam 1998 terulang, di mana seorang wakil presiden muda tanpa pengalaman (“Bocil”) tiba-tiba naik menggantikan presiden di tengah kekacauan. “Bayangkan jika kejadian itu terulang, ujung-ujungnya seorang Wapres bocil naik jadi presiden. Masyarakat pasti menolak,” tegasnya.
Prabowo Diminta Buktikan Diri Sebagai “Ksatria”
Ridwan mengungkapkan kekecewaan mendalam sebagai mantan pendukung yang dulu berjuang memenangkan Prabowo. Ia menduga strategi mengambil Gibran awalnya hanyalah “jaminan” politik, namun kini justru menjadi beban bangsa di tengah krisis ekonomi, kenaikan harga BBM, dan ketidakadilan sosial.
“Kami punya tanggung jawab moral. Fakta di lapangan, emak-emak tercekik harga naik, semua kesalahan dilimpahkan ke Prabowo karena Gibran dan Jokowi,” ujar Ridwan.
Dari podium konferensi pers ini, ia menawarkan dua opsi jelas kepada Prabowo:
Jalan Utama (Rekomendasi GEMA PUAN): Prabowo membuktikan diri sebagai ksatria dengan berbesar hati (legowo) mengundurkan diri bersama Gibran. Ini disebut sebagai cara mulia untuk menghindari konflik berdarah. “Jangan sampai terjadi 98 lagi. Yuk Pak, buktikan Bapak bisa menang tanpa Jokowi, tunjukkan jiwa ksatria Bapak dengan mundur demi negara,” desaknya.
Jalan Kedua: Jika tetap bertahan hingga 2029, Prabowo harus bekerja ekstra keras, menghentikan kebiasaan “balas jasa” politik, dan fokus membenahi ekonomi tanpa terus-menerus mencari utang ke luar negeri.
Kritik Kabinet “Balas Jasa” dan Pejabat Titipan
Ridwan juga menyoroti komposisi kabinet yang dinilai penuh dengan orang-orang titipan sebagai bentuk balas budi politik, bukan berdasarkan kompetensi. Ia mencontohkan pengangkatan Bendahara Gerindra sebagai Direktur Utama Pertamina dengan gaji fantastis sebagai bukti nyata yang meresahkan.
“Cukuplah 2 tahun ini untuk balas jasa bagi yang loyal. Setelah ini, yuk kerja yang benar buat rakyat! Jangan sampai menteri-menteri titipan ini malah merampok negeri,” kritiknya pedas di hadapan media.
Seruan Pemilu 2027: Opsi Damai Hindari Darah
Menutup konferensi pers di Cafe Pondok Rangi ini, Ridwan menegaskan bahwa gerakan menuju Pemilu 2027 adalah upaya preventif. Sebagai saksi hidup peristiwa 1998, ia tidak ingin melihat korban jiwa jatuh lagi.
“Pemilu ulang 2027 adalah pilihan paling netral. Kita tidak ingin ada perpecahan dan makan korban. Ini tanggung jawab moral kami agar Prabowo tidak tercatat dalam sejarah sebagai presiden yang gagal mencegah bencana nasional,” pungkas Ridwan.
GEMA PUAN mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergabung dalam dialog konstruktif ini demi terciptanya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bebas dari ancaman disintegrasi.
Tentang GEMA PUAN
Generasi Muda Pejuang Nusantara (GEMA PUAN) adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di bidang kebangsaan dan demokrasi. Organisasi ini konsisten menyuarakan aspirasi rakyat secara damai dan konstitusional, serta berkomitmen mencegah terulangnya sejarah kelam pelanggaran HAM dan kerusuhan sosial di Indonesia.
Detail Acara:
Hari/Tanggal: Minggu, 12 April 2026
Lokasi: Cafe Pondok Rangi, Jl. Percetakan Negara No. 158, Jakarta Pusat.
Kontak Media:
Humas DPP GEMA PUAN
Narahubung: Ridwan (Ketua Umum)
Telepon/WA: +62 812-8508-9026
Website: Gemapuan.org













