NusaTribune.com / Jakarta – 25 Juni 2026 – PT Arita Prima Indonesia Tbk (Kode Saham: APII), perusahaan penyedia solusi valve, instrumentasi, dan komponen industri terkemuka di Indonesia, hari ini menggelar Paparan Publik (Public Expose) Tahunan 2026 di Kantor Pusat Sunter, Jakarta Utara. Dalam acara yang dihadiri oleh analis, investor institusi, dan pemegang saham, Perseroan melaporkan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang mencatatkan pemulihan signifikan serta memaparkan strategi pemanfaatan kapasitas manufaktur baru.
Kinerja Keuangan 2025: Pemulihan Kuat Dan Efisiensi Operasional
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi APII setelah menghadapi dinamika pasar yang menantang di tahun sebelumnya. Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp318,82 miliar, tumbuh 14% dibandingkan tahun 2024 (Rp200,12 miliar) dan bahkan melampaui level pendapatan tahun 2023.
Peningkatan top line ini berdampak langsung pada profitabilitas. Laba Komprehensif Tahun Berjalan melonjak drastis sebesar 91% menjadi Rp10,42 miliar (dari Rp5,45 miliar di 2024). Sementara itu, Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tumbuh 86% menjadi Rp8,34 miliar.
Direktur Utama APII, Low Yew Lean, menyatakan bahwa hasil ini merupakan buah dari strategi “Fundamental & Efisiensi” yang dijalankan sepanjang 2025.
“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan volume penjualan, tetapi juga pada optimalisasi jaringan distribusi nasional kami yang kini mencakup 41 cabang. Sinergi antara tim penjualan khusus sektor—meliputi Sawit, Oleochemical, Building, Waterwork, dan Pompa—dengan dukungan logistik dari 10.256 m² luas gudang kami telah meningkatkan kecepatan layanan dan kepuasan pelanggan,” ujar Low Yew Lean dalam paparannya.
Di sisi neraca, posisi keuangan Perseroan tetap sehat dengan Total Aset mencapai Rp646,42 miliar dan Ekuitas sebesar Rp429,27 miliar. Rasio utang terhadap modal yang terjaga menunjukkan manajemen risiko finansial yang prudent di tengah fluktuasi suku bunga global.
Transformasi Menuju Manufaktur Terintegrasi
Poin kunci dalam Paparan Publik 2026 adalah keberhasilan Perseroan dalam menyelesaikan fase ekspansi infrastruktur manufaktur. Timeline perusahaan menunjukkan komitmen CAPEX yang konsisten:
2017: Pendirian Kawasan Industri di Purwakarta.
2020-2022: Pembangunan gedung Foundry & Machining tahap awal.
2024: Penambahan 3+ gedung machining junction di Purwakarta.
2025: Fokus penuh pada optimalisasi utilisasi fasilitas-fasilitas tersebut.
Dengan selesainya pembangunan fisik di 2024, tahun 2025 menjadi tahun pembuktian di mana APII mulai memproduksi komponen valve dan fitting secara internal dengan volume yang lebih besar. Langkah integrasi vertikal ini bertujuan untuk menekan Harga Pokok Penjualan (HPP) jangka panjang dan mengurangi ketergantungan pada impor barang jadi, sehingga margin kotor diharapkan terus membaik di tahun-tahun mendatang.
Diversifikasi Sektor & Layanan Nilai Tambah
APII menegaskan posisinya bukan sekadar distributor, melainkan mitra solusi industri. Portofolio bisnis Perseroan kini sangat terdiversifikasi lintas sektor strategis:
Komoditas Dan Energi: Palm Oil, Mining, Oil Dan Gas, Powerplant.
Infrastruktur & Utilitas: Waterworks, Building, Waste Water Treatment.
Industri Pengolahan: Oleochemical, Petrochemical, Marine.
Tidak hanya menjual produk fisik (Valve, Pump, Instrumentation), APII kini semakin agresif menawarkan layanan bernilai tinggi seperti Internet of Things (IoT) untuk monitoring aset, Calibration Service, Automation System, hingga Construction Consulting. Divisi penjualan di Head Office telah distrukturkan secara spesifik per sektor untuk memastikan keahlian teknis yang mendalam saat melayani klien.
Visi Masa Depan Dan Tata Kelola
Mengusung visi “Menjadi pelopor industri yang menyediakan produk, layanan, dan solusi terbaik”, APII berkomitmen melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Strategi 2026 akan difokuskan pada:
Penetrasi pasar lebih dalam di sektor-sektor yang sedang tumbuh (seperti energi terbarukan dan pengolahan air).
Peningkatan rasio produk manufaktur sendiri (in-house brand) dalam bauran penjualan.
Digitalisasi proses bisnis dan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) termasuk program lingkungan mobil listrik dan transparansi tata kelola.
Struktur manajemen APII yang dipimpin oleh Komisaris Utama Lim Cheah Chooi dan Direktur Utama Low Yew Lean, didukung oleh Dewan Komisaris Independen dan Direksi profesional, menjamin pengawasan yang objektif dan eksekusi strategi yang efektif.
PT Arita Prima Indonesia Tbk optimis bahwa fondasi kuat yang telah dibangun—mulai dari jaringan distribusi terluas di kelasnya, kapasitas manufaktur mandiri, hingga diversifikasi layanan—akan mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan di tahun 2026 dan seterusnya.
Tentang PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII)
Didirikan pada tahun 2000 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2013, PT Arita Prima Indonesia Tbk adalah perusahaan pertama di Indonesia yang bergerak di bidang valve dan instrumen industri yang go public. Dengan 41 cabang di seluruh Indonesia dan fasilitas manufaktur di Purwakarta, APII melayani lebih dari 11.000 pelanggan di berbagai sektor industri strategis.













