Ketua Gardu FBR 102 Kuda Hitam Papanggo Ajak Perkuat Silaturahmi di Idul Fitri 1447 H

NusaTribune.com // Jakarta – Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Ketua Gardu FBR 102 Kuda Hitam wilayah Papanggo, Bang Jack Melon, mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat silaturahmi, menjaga persatuan, serta menciptakan suasana lingkungan yang aman dan kondusif(20/03/25)

Hal tersebut disampaikan dalam wawancara yang berlangsung di Jalan Papanggo I D, RT 09 RW 03, Gang Karya (Kampung FBR), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam keterangannya, Bang Jack Melon yang juga merupakan bagian dari kepengurusan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menyampaikan ucapan Hari Raya kepada seluruh masyarakat.

“Saya selaku Ketua FBR Forum Betawi Rempug (FBR) wilayah Papanggo mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Apabila selama ini terdapat kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja, saya memohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali kepada nilai-nilai kebersamaan dan menghindari perpecahan, khususnya setelah menjalani bulan suci Ramadan.

“Mari kita kembali ke fitrah, tidak saling menyalahkan, serta mempererat silaturahmi. Di momen Idul Fitri ini kita harus tetap solid dan menjaga kebersamaan demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kekuatan Komunitas dan Peran Sosial

Bang Jack menjelaskan bahwa keberadaan FBR di wilayah Papanggo memiliki basis anggota yang kuat. Bahkan, menurutnya, sebagian besar masyarakat di lingkungan tersebut merupakan bagian dari komunitas.

“Di wilayah Kampung FBR ini, kurang lebih 80 persen masyarakat merupakan bagian dari anggota. Jika dihitung, anggota aktif bisa mencapai sekitar 500 hingga 600 orang,” jelasnya.

Jumlah tersebut menjadi potensi besar dalam menjaga stabilitas lingkungan serta membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Peran FKDM dalam Menjaga Kamtibmas

Selain aktif di organisasi kemasyarakatan, Bang Jack juga menjalankan peran dalam FKDM yang bertugas membantu pemerintah dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan.

Ia menegaskan bahwa keterlibatannya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar pekerjaan.

“Kami membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, Karang Taruna, serta RT dan RW, kami berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah mencegah permasalahan sosial seperti tawuran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Sinergi Ormas dan Pemerintah

Menanggapi potensi benturan antara peran di organisasi masyarakat dan lembaga pemerintah, Bang Jack menegaskan bahwa keduanya justru berjalan selaras.

“Tidak ada benturan, justru saling mendukung. Saya ditugaskan untuk melayani masyarakat, dan itu adalah tanggung jawab bersama. Penunjukan ini juga melalui rekomendasi organisasi, termasuk dari FBR Jakarta Utara hingga tingkat pusat,” tegasnya.

Ia menilai sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas wilayah.

Penutup

Di akhir pernyataannya, Bang Jack Melon berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi titik awal memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Harapan saya, kita semua terus menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *