FKDM Jakarta Utara Didorong Jadi Garda Terdepan Deteksi Dini Ancaman di Era Global

NusaTribune.com / Jakarta Utara – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Jakarta Utara didorong untuk semakin memperkuat peran strategisnya sebagai mata dan telinga pemerintah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, baik militer maupun non-militer, di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pola Lantai 2, pada Rabu, 22 April 2026, dan dibuka langsung oleh Ketua Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, Andi Kohar.

Kegiatan ini dihadiri oleh FKDM tingkat kecamatan dan kelurahan se-Jakarta Utara, serta unsur Dewan Kota dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), sebagai bagian dari penguatan sinergi kewilayahan.

Dalam sambutannya, Andi Kohar menekankan pentingnya kewaspadaan dini di tengah meningkatnya risiko global yang berdampak langsung pada masyarakat.

“FKDM harus benar-benar menjadi mata dan telinga pemerintah. Jakarta Utara merupakan wilayah strategis dengan banyak investasi dan pembangunan besar, sehingga stabilitas wilayah harus dijaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKDM Kota Administrasi Jakarta Utara, Safei, berharap seluruh anggota FKDM dapat meningkatkan sinergi lintas sektor.

“Melalui bimbingan teknis ini, FKDM diharapkan mampu meningkatkan kinerja serta memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder dalam menjaga kondusivitas wilayah,” kata Safei.

Dalam sesi materi, Margaretha Hanita, S.H., M.Si. menjelaskan pentingnya perspektif global dalam membangun Jakarta sebagai kota dunia.

“Kota global adalah kota yang terkoneksi secara global. Kita tidak hanya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga lokal, tetapi juga bagi masyarakat internasional. Jakarta dengan banyaknya kedutaan besar memiliki peran strategis dalam pergaulan global,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan saat ini tidak hanya bersifat militer, tetapi juga non-militer seperti disinformasi, krisis ekonomi, hingga pengaruh teknologi dan budaya global.

Selain itu, materi intelijen disampaikan oleh Korwil BIN Jakarta Utara, Kolonel Hendro Setyadi, yang menekankan bahwa pola ancaman saat ini semakin kompleks dan cenderung tidak kasat mata.

“Ancaman saat ini tidak hanya berbentuk militer, tetapi juga non-militer seperti penyebaran hoaks, provokasi melalui media sosial, hingga konflik sosial yang digerakkan oleh aktor yang tidak terlihat. Ini menjadi tantangan serius dalam deteksi dini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital turut mempercepat penyebaran informasi yang dapat memicu instabilitas jika tidak dikelola dengan baik.

“Peran FKDM sangat penting dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan di masyarakat, termasuk yang bersumber dari ruang digital,” tambahnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan FKDM Jakarta Utara semakin siap menghadapi berbagai tantangan global serta mampu berkontribusi aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlangsungan pembangunan di wilayahnya.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *