Agama  

DMI Jakarta Selatan Gelar Musda di Sukabumi: KH Ma’mun Al Ayyubi Tegaskan Transformasi Masjid Menjadi Pusat Peradaban dan Ekonomi Umat

NusaTribune.com / Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Administrasi Jakarta Selatan berhasil menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) pada Senin (20/4/2026) di Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, serta merumuskan program kerja inovatif guna memakmurkan masjid-masjid di wilayah Jakarta Selatan.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus DMI tingkat kecamatan, perwakilan masjid se-Jakarta Selatan, serta tamu kehormatan termasuk Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Walikota Administrasi Jakarta Selatan. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini mencerminkan sinergi kuat antara DMI dan pemda dalam membangun ekosistem keagamaan yang kondusif.

Visi Baru: Masjid Sebagai Pusat Peradaban
Dalam sambutannya, Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Ma’mun Al Ayyubi, menekankan bahwa Musda ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan forum strategis untuk menentukan arah kebijakan ke depan. Ia menyoroti pergeseran paradigma pengelolaan masjid di era modern.

“Musyawarah Daerah ini harus menjadi momentum untuk melahirkan kepengurusan yang solid, visioner, serta mampu menjawab tantangan zaman dalam pengelolaan masjid,” ujar KH Ma’mun di hadapan ratusan peserta.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran masjid saat ini harus semakin luas. Tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah), masjid harus bertransformasi menjadi pusat pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Pengelolaan masjid dituntut semakin profesional, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Masjid harus mampu menjadi solusi bagi persoalan umat, mulai dari pendidikan anak, penanganan kemiskinan, hingga penguatan ekonomi mikro,” jelasnya.

Pentingnya Kolaborasi Multipihak
KH Ma’mun juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara DMI dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta. Menurutnya, kemakmuran masjid tidak bisa dicapai secara sendiri-sendiri.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan masjid yang makmur, mandiri, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan umat. Kita perlu membangun kemitraan strategis agar sumber daya dapat dioptimalkan untuk kemaslahatan bersama,” tambahnya.

Pelaksanaan Musda di luar kota (Sukabumi) sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif, mempererat ukhuwah antar pengurus, dan membangun semangat kebersamaan dalam mengemban amanah organisasi yang berat namun mulia.

Agenda Utama dan Harapan Ke Depan
Musda kali ini membahas beberapa agenda krusial, meliputi:

Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya.

Pemilihan Kepengurusan Baru DMI Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk periode mendatang.

Penyusunan Program Kerja yang fokus pada digitalisasi manajemen masjid, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, dan program edukasi keluarga sakinah.

Diharapkan, melalui Musda ini, DMI Jakarta Selatan dapat semakin berperan aktif dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya saing. Kepengurusan baru dituntut untuk segera menerjemahkan visi besar KH Ma’mun Al Ayyubi menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput, memastikan setiap masjid di Jakarta Selatan menjadi mercusuar peradaban yang menerangi hati dan memberdayakan umat.

Tentang DMI Jakarta Selatan
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Administrasi Jakarta Selatan adalah wadah pemberdayaan masjid yang berkhidmat untuk memakmurkan masjid dan memakmurkan umat melalui program dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan.

Jurnalis

Jaya Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *